Tips For Sales Development

th_44034Oleh : Peter Lim

“Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy”. KAHLIL GIBRAN.

Produk / service yang berkwalitas dengan harga yang kompetitif tidaklah selalu menjamin PASTI sukses meraih market share. Masih ada beberapa factor yang menyebabkan konsumen tidak mau membeli dan untuk itu, ada beberapa tips yang bisa dijadikan acuan agar konsumen MAU membeli suatu produk (* Jadi Loyal), yang antara lain :

  1. PROMOTE ONE THING AT A TIME.
    Pada waktu yang sama, hanya 1 jenis produk / service yang dipromosikan agar konsumen selain tidak bingung tetapi juga lebih tertuntun / lebih fokus menentukan pilihannya pada saat tersebut juga. Persentase keberhasilan menjual akan lebih significant jika konsumen mampu langsung memberikan keputusan pada saat tersebut juga daripada keesokan harinya atau lusa. Karena keputusan pada keesokan harinya atau lusa, umumnya telah dicemari / dipengaruhi oleh pihak ketiga, yang mana bisa saja keputusan yang diambil adalah keputusan yang timbul (* Influence) dari pihak ketiga dan bukan kemauan user (* Pribadi konsumen). “If you don’t do it excellently, don’t do it at all. Because if it’s not excellent, it won’t be profitable or fun, and if you’re not in business for fun or profit, what the hell are you doing there ?” ROBERT TOWNSEND
  2. LEAD WITH YOUR BIGGEST BENEFIT.
    Di era yang serba kompetitif ini, konsumen yang selain HARUS diperlakukan bagaikan RAJA tetapi juga semakin SMART dalam hal penentuan / pilihan untuk pemenuhan NEED – nya. Satu – satunya cara yang ter – efektif selain memperlihatkan karakteristik produk / service yang attractive, tetapi juga menjelaskan se detail mungkin manfaat – manfaat dari produk / service (* Added value), yang mana tidak akan dijumpai pada produk / service sejenis yang lain (* Competitor). “I am grateful for all my problems. I became stronger and more able to meet those that were still to come”. J.C. PENNEY
  3. PERSONALIZE YOUR APPROACH.
    Customer Satisfaction akan berhasil diraih jika mampu mengadakan pendekatan pribadi dan memahami / mengerti dengan baik apa diinginkan oleh konsumen. Jika kepuasan konsumen berhasil diraih maka apapun yang ditawarkan dan berapapun harganya (* Konsumen Butuh), pasti akan dibeli dan tidak akan beralih ke produk / service pesaing. “A brand for a company is like a reputation for a person. You earn reputation by trying to do hard things well”. JEFF BEZOS
  4. PROVIDE SPECIFICS.
    Data apapun yang dibutuhkan / diharapkan konsumen, segera berikan dan jelaskan selengkap mungkin. Beli atau tidak, jangan dipikirkan. Ingat selalu, selagi konsumen MASIH mau bertanya maka peluang / kemungkinan membeli itu masih ada. Jika Konsumen masih ragu dan bimbang maka persentase keberhasilan dalam menjual akan bisa jadi NOL. Semakin detail suatu produk / service dijelaskan maka akan semakin mudah konsumen memahami / mengerti akan produk / service tersebut. Jika kondisi ini telah bisa dipenuhi maka spontanitas pula buying signal akan timbul. “Whenever you are asked if you can do a job, tell them, ‘Certainly, I can !’ Then get busy and find out how to do it”. THEODORE ROOSEVELT
  5. DRAMATIZE FEELINGS.
    Terakhir, kondisikan bahwa dengan memakai produk / service yang ditawarkan, konsumen PASTI akan senang dan bangga. Jika kondisi ini terpenuhi maka berapapun harganya, tidak akan menjadi pokok permasalahan. Contoh kasus : Semua orang tahu bahwa hargan mobil Baby Benz bisa double atau triple jika dibandingkan dengan mobil buatan Jepang lainnya, mis. : Honda tetapi MENGAPA konsumen membelinya ? Faktornya, tiada lain adalah rasa bangga, nyaman dan ada nilai tambahnya (* Added value). “Don’t limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve”. MARY KAY ASH.

Selamat mencoba dan semoga sukses.*


************************************************************

Positive Thinking Attitude

“Our attitudes control our lives. Attitudes are a secret power working twenty-four hours a day, for good or bad. It is of paramount importance that we know how to harness and control this great force” Tom Bland

Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang “mampu” menerima kerealitaan ini atau mau menyadarinya. Umumnya, alih alih menyadari atau menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung menyalahkan atau menuding pihak – pihak lain atas kekurangberuntungan yang dialami. Akhirnya, bukannya kondisi konstruktif yang diraih tetapi adalah sebaliknya yaitu destruktif.

Orang yang bertipe demikian, sampai kapanpun tidak akan bisa memperbaiki “performance” atau potensinya. Seyogianya, haruslah disadari bahwa apapun kondisi yang terjadi atau keadaan apapun yang berlaku, penyebabnya dan bukanlah orang lain. Tetapi adalah diri sendiri. Menyadari akan kerealitaan ini, sudah seyogianya kapan dan dimanapun berada, sikap hidup positif senantiasa dipertahankan. Caranya, tiada lain adalah dengan memiliki :

  1. STANDARD DIRI, mis. :
    1. Pekerjaan di hari ini, tidak akan dikerjakan untuk keesokan harinya. Atau pekerjaan hari ini, haruslah tuntas di hari ini juga.
    2. Apapun program kerja yang direncanakan, siapnya haruslah “on time”.
    3. Tidak akan lari dari kenyataan dan senantiasa bertanggung jawab terhadap apapun yang telah dikerjakan atau didelegasikan.
    4. Senang menerima tantangan, pantang menyerah dan berkeyakinan diri yang mantap serta kokoh.
    5. Tidak akan tergoyahkan, baik dikala dicela maupun dipuji.
    6. Tidak diskriminasi dan berwawasan universal.
  2. KERJA KERAS. Yang dimaksud dengan kerja keras adalah kerja keras dalam batas – batas yang tegas dan jelas sehingga menghasilkan hasil yang optimal dan berkwalitas. “Do a little more each day than you think you possibly can” Lowell Thomas

3. CEKATAN.

Apapun yang dikerjakan, baik kwantitas maupun kwalitasnya, haruslah senantiasa baik dan progresif. “Ability is what you’re capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it” Lou Holtz

  1. EMOSI TERKONTROL. Baik dalam kondisi senang maupun susah, emosi terkontrol dengan baik sehingga apapun kebijaksanaan yang diterapkan, arahnya adalah konstruktif. Logikanya, emosi yang tidak terkontrol, dampaknya adalah destruktif. Karena disaat tersebut, yang paling dominan berperanan adalah hal – hal yang arahnya irrasional. “Emotion turning back on itself, and not leading on to thought or action, is the element of madness” John Sterling
  2. PANDANGAN OPTIMIS, misalnya :
    1. Where there is a will, there is a way
    2. While there is a life, there is a hope.
  3. Realitanya, pandangan yang optimis sangatlah signifikan kontribusi dalam pencapaian kesuksesan. Contoh kasus, jika si A optimis bahwa produknya akan mudah diserap oleh pasar maka kesuksesanlah buahnya. Tetapi jika sebaliknya maka sampai kapanpun juga, produknya akan tetap menumpuk di gudang. An optimist sees an opportunity in every calamity; a pessimist sees a calamity in every opportunity” Winston Churchill
  4. MORAL BAIK, yang mencakupi :
    1. Tidak melakukan tindakan yang illegal, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun yang berlaku pada adat istiadat setempat.
    2. Tindakan apapun yang diperbuat, tidak merugikan atau menyengsarakan orang lain.
    3. Apapun yang dilakukan, semuanya adalah legal, yang selain menguntungkan diri sendiri tetapi juga orang lain.
    4. Suka dan senang melakukan perbuatan perbuatan terpuji, misalnya : beramal.
    5. Ramah tamah, sopan dan jujur kepada siapapun juga.

“The personal life deeply lived always expands into truths beyond itself” Anais Nin

  1. BIJAKSANA, misalnya :
    1. Apapun yang dilakukan, dasarnya adalah netral dan adil serta tidak merugikan pihak yang manapun juga.
    2. Setiap tutur kata dan tindakan badan jasmani, arahnya adalah positif, yang tanpa adanya batasan batasan etnis, agama, suku dan lain sebagainya.
    3. Apapun yang dilakukan, dampaknya adalah positif, yang selalu memberikan ketenangan, keteduhan, kedamaian dan ketentraman.
    4. Mampu dan mau menerima apapun kerealitaan yang terjadi serta mengevaluasinya.
  2. TEPAT JANJI. Setiap ungkapan yang diutarakan, selalu ditepati. Baginya, yang namanya janji adalah hutang dan sudah seharusnya dilunasi.

*********************************************************************************

Straight Way To Win

“The reason most people never reach their goals is that they don’t define them, learn about them, or even seriously consider them as believable or achievable. Winners can tell you where they are going, what they plan to do along the way, and who will be sharing the adventure with them.” Denis Waitley

Bagi kalangan professional, kemenangan adalah satu – satunya tujuan yang harus dicapai. “Be yourself, no matter what they say” Sting Untuk mencapainya, banyak cara yang bisa ditempuh, antara lain diawali dari :

  1. MIND. Setiap pekerjaan yang akan, sedang atau telah dilaksanakan, pikiran harus senantiasa terkonsentrasi / fokus dengan baik. Jika gagal, segera dicari tahu apa penyebabnya dan segera pula diperbaiki metodenya. Tetapi jika berhasil, jangan berhenti tetapi kembangkan metode yang terbaru / yang lebih baik lagi agar persentase keberhasilan semakin maksimal di masa – masa mendatang. Concentration is the ability to focus the mind on one point” Remez Sasson
  2. SELF CONFIDENCE. Anda yakin kemampuan dokter A maka anda akan sembuh. Anda yakin lulus dengan nilai yang terbaik maka akan mendapatkannya. Anda yakin bisa mengerjakannya, anda pasti bisa. Anda yakin menang maka anda akan menang. A man with confidence shall not lose; only doubt will bring defeat” Daniel Dulaney
  3. ABILITY. Cari tahu dimana letak kelemahan dan kekuatan. Yang lemah, segera ditingkatkan kwalitasnya melalui proses pembelajaran. Sedangkan yang kuat, pertahankan dan jika dimungkinkan kembangkan potensinya. Jika ragu dan bimbang terhadap diri sendiri, jangan segan dan malu bertanya / minta nasehat dengan mencari tahu bagaimana kiat – kiat nya untuk meningkatkan potensi diri. Ability is what you’re capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it” Lou Holtz.
  4. EXPERIENCE. Menyesali apa yang telah terjadi di masa lalu (perbuatan sia – sia) dan mencemasi apa yang belum terjadi (tidak pasti) = Kebodohan. Yang pasti itu adalah saat sekarang sedangkan masa lalu, tidak mungkin akan bisa kembali seperti sediakala. Kejadian masa lalu, mis. : kegagalan “hanya” dijadikan suatu acuan / pedoman agar kegagalan tidak terjadi lagi. “I think everyone should experience defeat at least once during their career. You learn a lot from it” Lou Holtz
  5. BE YOUSELF. Jadilah dirimu sendiri dan jangan mau berada dibawah bayang – bayangan orang lain.
    1. Yakini bahwa si A bisa saja aktor yang piawai tetapi belum tentu dia mampu memotivasi orang – orang. Begitu juga halnya dengan si B yang bisa saja professional di bidang renang tetapi dibidang tennis, dia sama sekali tidak bisa. Mengagumi orang yang sukses, itu normal tetapi jika menganggap bahwa orang sukses adalah orang yang sempurna, itu adalah kesalahan yang sangat fatal. “If you’re able to be yourself, then you have no competition. All you have to do is get closer and closer to that essence” Barbara Cook
    2. Yakini bahwa diri kita juga memiliki nilai tambah yang belum tentu bisa dimiliki oleh orang lain. Be yourself. No one can ever tell you you’re doing it wrong” James Leo Herlihy
    3. Yakini bahwa menjadi diri sendiri adalah merupakan harga diri yang final dan tidak ternilai. “Be yourself, that’s all there is of you” Ralph Waldo Emerson
    4. Yakini bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan yang berhasil diraih melalui diri sendiri dan bukanlah berkat bantuan / belas kasihan orang lain.

“Do you want to be power in the world ? Then be yourself” Ralph Waldo Emerson

Selamat menuju kemenangan dan semoga ada bermanfaat bagi semua umat manusia.

********************************************************************

Facing The Failure

Oleh : Peter Lim

“People are always blaming their circumstances for what they are. I don’t believe in circumstances. The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and, if they can’t find them, make them”. George Bernard Shaw

Pepatah bijak mengatakan bahwa kegagalan adalah proses belajar yang harus dilalui. Tanpa adanya kegagalan, yang namanya keberhasilan tidak akan pernah diketemukan. Thomas Alfa Edison adalah contoh yang nyata. Setelah ribuan kali mengalami kegagalan untuk menemukan listrik, akhirnya beliau berhasil. Pemenang sejati adalah pemenang yang mampu mentoleransi kegagalan yang dialami serta berjuang untuk meraih keberhasilan dan bukannya menyerah pada keadaan. Disamping itu, keberhasilan akan diraih jika seseorang berani mengambil resiko dan tidak takut akan kehilangan / kegagalan. “Failures are divided into two classes – those who thought and never did, and those who did and never thought” John Charles Salak.

MENGHADAPI KEGAGALAN

Sadarilah bahwa :

1. Kegagalan adalah suatu proses pembelajaran. Seyogianya, reaksi yang timbul dikala gagal, bukanlah menyalahkan orang – orang lain tetapi adalah diri sendiri melalui introspeksi. Metode ini, akan menimbulkan :

    1. Keinginan yang mendalam untuk mengetahui “mengapa” kegagalan ini terjadi. Setelah diketahui penyebabnya maka dicari solusi agar kegagalan ini tidak sampai terjadi lagi. “It is wise to keep in mind that no success or failure is necessarily final” Anonymous
    2. Standard baku sebagai acuan dasar agar dimasa mendatang, kegagalan bisa diminimalkan atau tidak sampai terjadi lagi. “In order to succeed, you must first be willing to fail” Anonymous
    3. Sukses sebagai hasil dari mau / berani menghadapi kegagalan dengan analisa / evaluasi dan memperbaikinya. “Success is not permanent. The same is also true of failure” Dell Crossword

Secara tidak langsung, kegagalan juga mengajarkan kepada kita bahwa jalur yang dilalui adalah jalur yang salah. Semua, tergantung kepada diri kita, mau menyerah atau maju terus. Jika menyerah berarti sampai kapanpun juga yang namanya keberhasilan “hanya” akan merupakan angan – angan tidak akan pernah ter – realisirkan. “Yesterday’s failures are today’s seeds. That must be diligently planted to be able to abundantly harvest Tomorrow’s success” Anonymous

2. Kegagalan adalah salah satu langkah menuju kesuksesan. Tanpa dialaminya kegagalan, seseorang akan sulit untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan adanya kegagalan, seseorang akan tahu pasti bahwa jalur ini dibenarkan sedangkan jalur itu tidak dibenarkan (karena telah pernah gagal). Apakah suatu kegagalan akan selalu berkonotasi negatif atau tidak, sangatlah ditentukan oleh sikap kita dikala menghadapinya. Jika dihadapi dengan sikap potitif maka konotasinya akan menjadi positif karena adanya perbaikan dan begitu pula sebaliknya. “Your failures won’t hurt you until you start blaming them on others” Anonymous.

3. Kegagalan bukanlah berarti akhir dari segala – galanya. Dengan dialaminya kegagalan, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa serta waspada / mawas diri. Setiap langkah atau tindakan akan di “filter” berkali – kali agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. “Keep in mind that neither success nor failure is ever final” Roger Ward BaBson

Kesimpulan :

Kegagalan bukanlah suatu hal yang ditakuti atau dihindari tetapi harus dihadapi. Melalui kegagalan, akan diketemukan apa yang namanya sukses. Jangan menyerah dan pasrah, itulah kunci utama untuk menghadapi kegagalan. “When one door closes another door opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us” Alexander Graham Bell.

Artikel lainnya……>

Perihal yuditiens
My Phone :081388994700

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: