Mindmap

Oleh : Yant Subiyanto

Menarik sekali saat diskusi tentang Basic Communication with NLP Approach, hanya 2,5 jam kira-kira. Dalam salah satu slidenya saya gambarkan tentang proses dari informasi external menuju otak dengan berbagai proses filterisasi. Audien ada yang bertanya tentang mindmap tersebut. “Mindmap? Gimana penjelasan mudahnya?” “Termasuk kaitannya dengan human is unique, bisa dijelaskan?” Pertanyaan yang sangat menantang sekali. Apalagi ada yang mengaku baru dengar. Menarik, semakin menarik. “Oke ! Saya jawab yang pertama dulu.”

Saya minta bantuan kepada co trainer, untuk membagikan selembar kertas kosong keseluruh audiens. Lalu saya minta tolong agar dibuatkan gambar kerbau dengan cara masing-masing, dengan menampilkan ciri kas menurut mereka, yang terpenting gambar tersebut menunjukkan kerbau, baik sebagian atau keseluruhan. Tidak lama selesai, kira-kira 5 menitan .kerbau

Habis itu gambar dikumpulkan dan diacak, dikembalikan ke audiens satu persatu dengan syarat bukan miliknya atau hasil karyanya. Semua tertawa. Dan huuuuu panjang saling memperlihatkan banyak keanehan. “Mengapa? Kok malah semua tertawa..” “Ini bukan kerbau pak, ini burung..!” Semua tertawa lebih keras dan terpingkal-pingkal. Memang dari gambar yg ada banyak sekali yang lucu dan aneh, untuk disebut kerbau. Saya coba gambar di flipchart, gambar air keruh dan muncul ujung tanduk 2 buah diatas air. Saya tanyakan ke audiens. “Ini kerbau bukan?” Ada yang menjawab kerbau tenggelam, ada yg menjawab capit kepiting, ada yang menjawab gading, dll. Saya perjelas, saya menggambar kerbau yang sedang menenggelamkan kepalanya didalam air yang kotor, sehingga tidak terlihat seluruhnya hanya terlihat tanduknya saja. Semua menggerutu…. Wah kalau yang seperti itu anak saya juga bisa… he he banyak sekali komentar setelah saya jelaskan maksud gambar saya. Kemudian saya menggambar kedua, yaitu badan kerbau belum ada kepalanya dan arsiran kulitnya seperti bercak pada kulit jerapah. Lalu saya tanya audiens kembali. “Ini kerbau bukan?” “Bukan..!!!” hampir seluruh audiens menjawab seragam.

“Okey, kita lanjutkan!” Kalau saja di Afrika atau belahan bumi lain, ada kerbau dengan warna kulit persis seperti jerapah, apakah itu tidak termasuk kerbau? Apakah yang namanya kerbau hanya yang berkulit hitam? Lantas seperti yang ke Kraton Surakarta, karena berkulit putih bukan kerbau dong?

Yang ingin saya jelaskan adalah, dalam fikiran kita sudah tertanam pengalaman, baik secara langsung melihat atau mengalami, ada juga yang mendapat dari sumber lain. Bisa bersumber dari buku, televise, film, dll. Ketika kita berfikir (mind) tentang “kerbau” masing-masing punya gambaran atau peta (map) dalam bentuk yang berbeda-beda. Yang pernah melihat kerbau bermain di air dan hanya terlihat tanduknya saja, bisa saja ketika diminta mengganbar kerbau maka itu yang muncul. Bisa saja karena peristiwa itu tertanam kuat dalam ingatannya. Bahkan menjadi bentuk kemunculan karena anchoring. Setiap ada yang berkata atau tertulis kerbau, yang muncul secara otomatis kejadian tersebut.

Okey…. Bisa difahami dengan mudah tentang mind map? Sekarang kenapa human is unique? Meskipun ada seseorang yang kembar sekalipun, lahir yang bersamaan, melihat suatu peristiwa secara bersama-sama, yang difikirkan akan terjadi perbedaan dari keduanya. Baik perbedaan itu sebagian atau keseluruhan. Apalagi orang yang berbeda, tidak ada hubungan sama sekali. Dengan latar belakang yang berbeda, pasti akan terjadi perbedaan. Sedikit atau banyak. Tidak ada manusia yang diciptakan sama persis secara fisik maupun non fisik yang sama persis. Salah satu buktinya adalah sidik jari.

Setiap orang memiliki rumus yang berbeda. Itu yang yang saya maksud, bahwa human is unique.

Karena setiap orang itu berbeda, dan masing-masing memiliki perbedaan dalam peta fikiran (mind map) sehingga setiap kejadian akan terjadi interpretasi yang berbeda. Bahkan sering kali digunakan untuk justify terhadap sesuatu. Misalnya, seseorang yang sudah pernah mengalami kejadian buruk di sebuah terminal. Katakan didekati orang tidak dikenal, lalu ditodong sejumlah uang. Ketika seseorang tersebut diberikan informasi bahwa ada terminal yang sangat rapi, aman, menyenangkan, tidak ada X, dll, orang tersebut sudah cukup sulit untuk mempercayai. Factor tidak percaya karena sesuatu yang difikirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang diinformasikan. Realitas Internal yang ada tidak sesuai dengan Realitas External.

Yang terpenting, dalam mindmap kita yang masih banyak paradigma gagal, segera diubah menjadi paradigma sukses. Baik merasa mungkin gagal karena umur, karena pendidikan, karena warisan, strata social, dll. Ubah dengan mencari contoh nyata, bahwa yang memiliki kemungkinan gagal ternyata juga banyak yang berhasil. Artinya tidak ada alasan kita gagal, kecuali karena kita tidak berusaha, terimakasih dan Salam Sukses….

Artikel lainnya ..->

Perihal yuditiens
My Phone :081388994700

2 Responses to Mindmap

  1. Yant Subiyanto mengatakan:

    Semoga memberikan manfaat kepada diri saya dan banyak orang lagi, terimakasih…. (Cuat Bina Manajemen-Roemah NLP Solo 0812 123 0050)

  2. yuditiens mengatakan:

    Sama-sama mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: